INVITA SMP LABSCHOOL JAKARTA 2K21
Assalamualaikum
semuanya!
Rabu, 28
April 2021 lalu. SMP Labschool mengadakan acara virtual tour, dimana kami,
murid SMP Labschool akan berwisata seraya belajar. Virtual tour kelas 7 yang
dinamai dengan Wisata Edukasi atau bisa disebut WISDUK, dan kelas 8 yang
dinamai dengan Industri Visit dan Tafakur Alam, biasa disebut INVITA. Untuk
kelas 8, kami diajak untuk pergi ke Daerah Istimewa Yogyakarta secara virtual
melaui zoom karena pandemic COVID.
Kami diajak menuju 9 destinasi wisata yang ada di Yogyakarta.
Pertama, kami berkunjung ke candi Borobudur. Menurut catatan sejarah awal dibangunnya Candi Borobudur terjadi
pada abad ke-8 dan 9 sekitar tahun 800 masehi pada masa pemerintahan dinasti
Syailendra. Pembangunan Borobudur diprediksi membutuhkan waktu puluhan hingga
ratusan tahun sampai benar-benar rampung pada masa pemerintahan raja
Samaratungga tahun 825. Meski selesai dibangun, tidak ada catatan sejarah yang
menjelaskan siapa sosok yang membangun candi Borobudur. Pasalnya, pada masa itu
agama Hindu dan Buddha berkembang bersamaan di pulau Jawa. Dinasti Syailendra
tercatat sebagai penganut agama Buddha aliran Mahayana sementara di sekitar
Borobudur juga terdapat penganut Hindu aliran Siwa. Sejumlah arkeolog menduga
pembangunan Candi Borobudur mengalami perombakan sebanyak empat kali. Awalnya
pembangunan dimulai dengan meratakan dataran sekitar candi dan memadatkan tanah
dengan batu untuk membentuk struktur piramida. Candi Borobudur memiliki panjang
121,66 meter dengan lebar 121,38 meter dan tinggi 35,40 meter. Menurut filsafat
Buddha, struktur tingkatan Candi Borobudur merupakan tiruan alam semesta akan
roda kehidupan. Terdapat tiga tingkatan pada struktur Candi Borobudur Yakini:
·
Kamadhatu: Bagian terbawah candi yang melambangkan alam
bawah, menggambarkan perilaku manusia yang masih terikat oleh nafsu duniawi.
·
Rupadhatu: Bagian tengah candi yang melambangkan alam
antara, menggambarkan perilaku manusia yang sudah mulai meninggalkan keinginan
duniawi, akan tetapi masih terikat oleh dunia nyata.
·
Arupadhatu: Bagian atas candi yang melambangkan alam atas,
menggambarkan unsur tak berwujud dan sebagai tanda tingkatan yang telah
meninggalkan nafsu duniawi.
Selain sebagai tempat wisata, Candi Borobudur kini berfungsi sebagai tempat ziarah umat Buddha sedunia untuk menuntun umat manusia meninggalkan nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Dalam perjalanannya peziarah berjalan melalui serangkaian Lorong dan tangga dengan menyaksikan 1.460 relief yang terukir pada dinding batu candi.
Yang kedua adalah Candi Prambanan, Nama asli Candi Prambanan adalah
Siwagrha. Nama
Siwaghra diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti Rumah Siwa. Pemberian nama
Rumah Siwa karena Dewa Siwa begitu istimewa pada masa pemerintahan Rakai
Pikatan. Sebagai wujud penghormatannya, Rakai Pikatan mendirikan arca Siwa
Mahadewa setinggi 3 meter yang terletak di ruang utama Candi Prambanan. Ada
kisah rakyat yang menjelaskan pembuatan bangun ini. Bandung Bondowoso, seorang
pemimpin kerajaan Pengging, ia meminta Roro Jonggrang, putri dari kerajaan
Prambanan untuk menjadi permaisurinya. Namun, Roro Jonggrang menolak ajakan
Bandung Bondowoso, ia hanya mau menikah dengan Bandung Bondowoso jika dibuatkan
seribu candi. Dalam pembangunan 1000 candi itu, Bandung Bondowoso meminta
bantuan jin. Roro Jonggrang yang melihat hal itu pun takut jika Bondowoso mampu
menyanggupi syarat tersebut. Ia meminta dayang-dayang untuk membakar api dan
menumbuk padi, sehingga keadaan seolah olah telah fajar. Jin yang membantu
Bandung Bondowoso pun kembali ke tempatnya. Roro Jonggrang berkata kepada Bandung
Bondowoso jika candi yang dibuat hanya berjumlah 999, kurang 1 candi lagi.
Tapi, Bandung Bondowoso malah mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu, dan
ditetapkan menjadi candi ke 1000.
Yang
ketiga, Sentra batik Giri Loyo, Giriloyo adalah sebuah dusun di bawah kaki
perbukitan Imogiri. Suatu bukit yang terkenal di daerah kawasan selatan
Yogyakarta karena di sanalah raja-raja kerajaan Mataram Islam dimakamkan.
Giriloyo dengan kesunyiannya sebenarnya menyimpan warisan budaya yang luar
biasa, selain Gurah tradisional yang sangat terkenal itu (pengobatan
tradisional dengan akar untuk berbagai penyakit saluran pernafasan), Giriloyo
juga merupakan sentra dari pengrajin batik di Yogyakarta. Di desa ini anda
dapat berburu batik, ataupun mungkin ingin belajar tentang proses batik asli langsung
dari para pengrajinnya.
Yang
keempat, ada PT. SRITEX PT Sri Rejeki Isman Tbk. atau lebih dikenal
dengan Sritex adalah
pabrik tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara.
Berlokasi
di Jalan KH. Samanhudi Nomor 88, Jetis, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten
Sukoharjo, Jawa Tengah.
Sritex awalnya
adalah kios kecil bernama UD Sri Rejeki di Pasar Klewer,
Solo yang didirikan oleh Almarhum Ie Djie Shien atau H. Muhammad Lukminto
pada 1966. Setelah usaha tersebut berkembang, H. Muhammad Lukminto
membangun pabrik cetak kain atau printing di Baturono, Solo pada
1968. Pada 1972, pabrik tersebut diberi nama Sri Rejeki Isman Tbk dan mulai
terdaftar sebagai Perseroan Terbatas (PT) di Kementerian Perdagangan pada 1978.
Pada 1982, Sritex mendirikan
pabrik tenun pertama, dilanjutkan dengan perluasan pabrik pada 1992. Perluasan
pabrik berupa penambahan empat lini produksi yaitu pemintalan, penenunan,
sentuhan akhir dan busana yang dijadikan satu atap. Pada 1994, Sritex dipercaya
memproduksi kebutuhan seragam militer di Indonesia dan 35 negara dunia termasuk
North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan Tentara Jerman. Pada
perkembangannya, Sritex selamat
dari Krisis Moneter 1998 dan berhasil melipatgandakan pertumbuhan hingga
delapan kali lipat dari hasil produksi 1992. Karena terus mengalami peningkatan
dan perkembangan kinerja, pada 2013 PT. Sri rejeki Isman Tbk resmi terdaftar di
pasar saham Bursa Efek Indonesia dengan kode ticker SRIL.
Setelah
itu, Sritex menerima
berbagai penghargaan baik tingkat nasional maupun internasional.
Yang kelima, kami berkunjung ke Museum
Merapi, Museum Gunungapi Merapi
merupakan museum bersejarah yang dapat dijadikan sebagai sarana pendidikan,
penyebarluasan informasi aspek kegunungapian khususnya dan kebencanaan geologi
lainnya yang bersifat rekreatif-edukatif untuk masyarakat luas dengan tujuan
untuk memberikan wawasan dan pemahaman tentang aspek ilmiah, maupun
sosial-budaya dan lain-lain yang berkaitan dengan gunungapi dan sumber
kebencanaan geologi lainnya.
Yang keenam, Tebing Breksi Taman Tebing Breksi yang sejatinya
merupakan tempat bekas tambang yang di sulap oleh masyarakat, menjadi contoh
bahwa di lingkungan bekas tambang yang tadinya terbengkalai sekalipun bisa
menjadi destinasi liburan yang menarik wisatawan bila dikelola dengan baik.
Taman tebing breksi yang lokasinya tak jauh dari Candi ijo & puncak bucu
piyungan ini, terletak di alamat Desa Sambirejo yang masuk di wilayah Kecamatan
Prambanan Kabupaten Sleman 55572. Meski memiliki latar belakang yang sempat
viral akibat larangan pemerintah saat dijadikan tempat penambangan batu kapur
oleh warga sekitar sebagai penyambung hidup. Nyatanya hal tersebut tidak
menyurutkan semangat masyarakat & seniman sekitar untuk menyelamatkan
tebing ini menjadi ladang penghasilan baru dengan menyulap wajah bukit kapur
ini menjadi tempat wisata.
Ketuju, Keraton Jogja dan Malioboro, Keraton Yogyakarta adalah sebuah kompleks
besar yang dirancang dengan teliti sebagai cerminan kosmologi Jawa. Keraton
dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I secara bertahap, kemudian selesai pada
tahun 1790. Keraton dibangun menghadap langsung ke arah utara--Gunung
Merapi. Sementara di bagian Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia. Lalu, paviliun kompleks
Keraton Yogyakarta dibangun menurut kepercayaan kuno dan masing-masing fitur
kompleks seperti halaman hingga pohon memiliki arti simbolis khusus berkaitan
dengan filsafat Jawa yang luhur. Keraton Yogyakarta memiliki sejumlah peraturan
unik yang harus ditaati para wisatawan. Setidaknya ada tujuh peraturan yang
harus diikuti. Pertama, berfoto membelakangi keraton dianggap tidak sopan. Hal
ini tak lepas dari keraton yang dianggap sebagai simbol raja. Kedua, tidak
boleh berfoto membelakangi abdi dalem. Ketiga, disarankan untuk tidak menggunakan
topi di keraton. Keempat, wisatawan tidak bisa duduk di sembarang
tempat. Kelima, kamu tidak bisa menyentuh koleksi museum atau alat lain di
keraton tanpa izin. Keenam, wisatawan tidak diperkenankan membawa kereta bayi,
koper atau sesuatu yang beroda. Ketujuh, kamu harus izin jika membawa kamera,
termasuk ponsel.
Kemudian ada, Malioboro. Ketika berjalan di Jl Malioboro anda akan
menemui keuinikan baru, Anda akan mendengar alunan music
dimainkan secara langsung oleh para seniman yang ada di Yogyakarta. Instrument
menggunakan tong diganbung dengan angklung. Bahkan anda bisa request lagu pada
mereka. Tak hanya kadang mereka juga membawa penyanyi khusus yang suaranya
lumayan . Tak sekedar di siang hari saja, tempat ini pun juga selalu ramai pada
malam hari. Bahkan pada malam hari banyak terdpat lesehan dan juga
angkringan. Awal mula nama Malioboro ini dulunya terdapat 2 versi. Versi
pertama diambil dari kata sansekerta yang memiliki arti, sebagai karangan
bunga. Karena dulu sepanjang jalan Malioboro ini dipenuhi dengan karangan bunga
saat ada acara atau hajatan di keraton. Sedangkan untuk versi yang kedua, nama
ini sebenarnya berasal dari bangsawan Inggris, yang bernama Marlborough yang
dulu tinggal disini pada tahun 1816 hingga 1881.
Tempat wisata yang ke delapan, ada Bakpia
Patuk 25. Tak hanya soal rasa yang nikmat,
Bakpia Jogja ternyata juga pernah mencatatkan namanya pada Muri atau Museum
rekor indonesia untuk bakpia terbesar pada tahun 2010 yang berlokasi di monumen
serangan umum 1 maret. Dengan diameter 2,6 meter dan garis lingkar 8,25 meter
bakpia ini memiliki berat 5 ton, dan dibuat oleh 29 juru masak. Bakpia ini pada
awalnya bernama Tou Lok Pia, Karena mengggunakan dialek hokkian dimana
nama bakpia berarti “kue daging” dan pada awalnya makanan ini
dibuat dengan daging babi. Namun untuk menyesuaikan dengan kultur masyarakat
sekitar kemudian kue ini isinya diganti dengan kacang hijau yang sudah
dihaluskan, kemudian namanya menjaddi bakpia yang berarti kue pia isi kacang
hijau. Bakpia Pathok merupakan salah satu merk yang kondang di Jogja. Bakpia ini
dianggap memiliki rasa serta kualitas yang terrbaik, pada awalnya “pathok” merupakan
nama sebuah daerah yang menghasilkan bakpia atau biasa disebut jalan pathuk,
dari situlah nama pathok melegenda hingga sekarang. Namun pada saat ini nama
jalan tersebut sudah berubah menjadi jalan KS tubun.
Yang terakhir, ada Iconic Gelato. Iconic Gelato & Bistro merupakan salah satu restoran yang unik di Yogyakarta. Bagaimana tidak, restoran ini punya tiga konsep utama: Gelato & Bistro, galeri mainan, dan yang akan datang adalah Iconic Station. Masing-masing konsep dituangkan dalam desain interiornya. Selain itu, makanan dan minuman yang disajikan bervariasi, mulai dari menu Nusantara, Western, hingga Asia. Karena itu, restoran yang berlokasi di Jalan Magelang KM 5,8 Kabupaten Sleman, Yogyakarta ini cocok untuk dijadikan tempat berkumpul bersama keluarga atau teman-teman. Iconic Gelato & Bistro begitu mudah ditemukan, karena lokasinya bersebelahan langsung dengan Jogja City Mall. Kapasitas di dalamnya juga cukup luas lantaran bisa menampung sekitar 70 pengunjung dengan konsep modern minimalis.
Sekian yang bisa saya sampaikan mengenai INVITA 2021 ini, semoga bermanfaat. Sampai Jumpa


Kalau aplikasi metaverse sdh membumi kita cukup ikut acara invita dari rumah dan kita diajak jalan jalan langsung ke Yogyakarta tanpa harus keluar dari rumah
BalasHapus