DIGITAL LABS SMP LABSCHOOL JAKARTA 2020
Digital Labs 2020
Digital Labs adalah sebuah acara yang diselenggarakan oleh SMP
Labschool Jakarta untuk Menavigasi Landscape Digital Siswa. Labs Digital dilaksanakan
pada Selasa, 29 September 2020. Kegiatan ini dilakukan secara virtual menggunakan
aplikasi zoom. Dipandu oleh bapak, ibu guru, dan OSIS Ghadiwara.
Pada kegiatan digital labs ini, SMP Labschool menggunakan
berbagai narasumber yang hebat dan berpengalaman tinggi terhadap dunia digital.
Semua materi dijelaskan secara ringkas, padat, dan jelas. Sehingga, kami
murid-murid yang mengikuti kegiatan ini mendapatkan manfaat yang dapat kami
terapkan untuk kehidupan sehari-hari.
Ada beberapa narasumber yang digunakan dalam acara digital labs ini. Tiap angkatan akan mendapatkan 2 narasumber. Untuk kelas 8, SMP Labschool mengundang Ibu Ninin Musa sebagai pembicara pertama. Ibu Ninin adalah seorang produser yang sangat berpengalaman. Ia merupakan seorang Produser TV and Film di PT Kipas Kreasi Utama, pemilik dan produser di Luma Production, Executive Producer Innomaleo Films, Executive Producer 700 Pictures dan Freelance Producer Bert Pictures Asia.
Narasumber yang kedua adalah Bapak Deswara Aulia. Bapak Deswara
adalah seorang Praktisi Sosial & E-commerce Marketing. Pak Deswara ini
bekerja di Chief Learning Officer, Immersiva.id. Ia memiliki pengalaman kerja
sebagai Executive Director, Power Academy, Head of Community and Training, OLX
Indonesia, Senior Producer, Infinite Frameworks Studios, Department Head of Animation,
Digital Studio College, Co – Founder & Executive Producer, Dementia
Animation, dan 3D Artist, Castle Production. Pak Deswara menempuh pendidikan S1
Jurusan Arsitektur Universitas Parahyangan Bandung dan S2 Wirausaha Kreatif,
Institut Kesenian Jakarta.
Untuk narasumber kelas 9, terdapat 2 narasumber juga. Narasumber
yang pertama adalah Helda Chandra. Bu Helda merupakan seorang praktisi
komunikasi. Pekerjaanya saat ini adalah CEO & Pendiri, Communic8 Agency, Tenaga
Ahli Non Aeronautical Business Angkasa Pura II, dan Komite Komisaris, MRT
Indonesia. Bu Helda memiliki beberapa keahlian yaitu, Business Development,
Brand Development, Digital Strategy, Local and International, dan Business
Analytics. Ia menempuh pendidikan di Master in competition dan Sarjana Ekonomi
Universitas Indonesia.
Narasumber kedua untuk kelas 9 adalah Faris Mufid. Faris Mufid
merupakan seorang Spesialis Kebijakan Publik. Pekerjaanya saat ini adalah Public
Policy & Government Relations Specialist, Tiktok Indonesia. Ia juga
memiliki pengalaman kerja antara lain Consultant, MediaComm, dan Tenaga Ahli,
Wakil Ketua Badan Legislasi & Komisi 3 DPR RI. Kak Faris menempuh
pendidikan sebagai sarjana hukum universitas Indonesia.
Pada digital labs ini kami dijelaskan penggunaa green screen
dalam pembuatan film. Bu Ninin menjelaskan bahwa dalam penerapan efek video dan teknologi, kita
dapat menciptakan sebuah obyek terhadap virtual background atau latar
belakang penuh manipulasi animasi digital. Dimana efek visualisasi tersebut
dapat dimanfaatkan dalam membuat karakter seperti Superhero terbang dengan
latar belakang langit disekitarnya bahkan membuat dunia fantasi. Dan
untuk melakukannya semua itu kita hanya perlu sebuah benda hijau, ya atau dapat
kita kenal dengan sebutan “Green Screen”. Salah satu rahasianya adalah dengan
mengambil subjek dari dunia nyata dan menempatkannya pada area digital dalam
hal ini disebut Chromakey, atau pada area hijau. Pada artikel ini kita akan
membahas bagaimana green screen bekerja terhadap area komposit
digital backdrop. Teknik
yang digunakan pada pembuatan film adalah Teknik Greenscreen, Teknik
Pencahayaan dan Teknik Editing.
Untuk video lebih lengkapnya bisa dilihat di : https://youtu.be/bND3YVWnSTg
Sekian informasi digital Labs dari
saya, semoga bermanfaat untuk kita semua.
Pijar Aura Bumi
8A / 24





Terima kasih sudah mengerjakan tugasnya dengan baik
BalasHapus